Atsutane Kurohiko’s Blog

Selamat Datang…Welcome…Aloha…Marhaban…Oso Oseyo…Irasshaimase

Postinganku Yang Ke 200

Aku senang, karena hari ini adalah momen penting untuk urusan nge blog di friendster. Karena postingan ini adalah postingan ku yang ke 200. Nggak nyangka bisa sampe angka 200. Fffiuh…

Senang juga bisa berbagi dengan temen2 di FS. Semoga saja sih blog ini sudah masuk trafiknya Google ya? :)

Bukan sebuah kebetulan, kalo postingan ini juga aku gunakan sebagai media pamitan dari blog friendster. Yep, karena dengan ini saya Nuno Orange mohon ijin untuk mundur dari blog.friendster.com (lebay banget ya? huehehehehe). Setelah ini , bukan berarti bakal menghilang begitu saja. Karena saya masih akan aktif ngeblog dan nulis apa saja yang saya pengin tulis. Semuanya. Dan setelah ini saya akan berubah menjadi si Toekang Roempi dengan blog baru.

Alamatnya? Huehehehehe….googling ajah.

Saya baru saja bangun dari awal itu blog. Jadi mohon dukungannya. Haiah! Lebay scene 2!

Ya, yang pasti saya seneng bisa berbagi dengan temen2 di FS lewat blog ini. Dan mulai sekarang saya mau konsen sama satu blog saja, yaitu blog si toekang roempi. Huehehehehe.

So Long everyone…! keep on writing guys.

Tulis apa yang kamu pengin tulis. Apa saja. CU @ my nu blog ya’ll

Speedy? Speed? A-A! Think again!

Duh! ternyata memang bener kalo salah satu yang bikin kesel dalam kehidupan sehari2 salah satu diantaranya adalah lemotnya koneksi internet. Just imagine, berapa kali aku bilang D***L ? hanya karena koneksinya mendem? Berkali-kali boz! luar biasa nyesel sih sebenernya, jadi nggak produktif. Cuma buat buka yahoo aja susahnya minta ampun! terus2an server not found - server not found, kalo nggak lambreta bambang! (lama banget - red)…

Kantor pake speedy. Nggak tahu. Katanya sih lebih murah dan lebih terjamin konektivitasnya. Biasanya - dulu - waktu masih pake indosat, kalo pas listrik mati, kudu di set ulang komputer induknya, jadi kalo pas hari libur, bete deeeeh, karena mau internetan gratis di kantor jadi nggak bisa. Tapi setelah pake speedy, waaah, lumayan, kalo pas listrik bis mati, tetep bisa main internetan, tinggal nyalain kompi induknya aja, otomatis koneksi internetnya bakal nyala.

Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii…naudzubillah! yang namanya speedy ini, sering DC. abis gitu koneksinya lama banget he? marahi nesu. Sering banget drop. Dan nggak cuma aku aja yang ngerasain, tapi temen2ku yang pake speedy di kantor atau di rumah mereka buat koneksi internet juga merasakan hal yang sama. Sampai2 mereka bilang “ya maklumlah…namanya juga speedy, digenjotnya pelan-pelan. Sepeda kan emang hakekatnya begitu? santai…”

Hiks..hiks….

contohnya nih, siang ini aja, mau buka yahoo, google, ama blogspot, lamanya minta ampun! mau googling gambarnya telkom speedy buat dipasang di postingan ini ? Huh! berasa nunggu apaan aja. Nggak heran, kalo salah satu sumber stress di kantor adalah koneksi internet yang lemot.

Kira2 kapan ya koneksi internet di indonesia bisa secepat di amrik sana, yang kalo kita liat di film2, begitu klik langsung WUUUUUZZZZ!!! gambarnya tampil, atau kalo mau streaming video jadi nggak perlu nunggu buffer gambar lama2…?

Silence Is…

Aku ingin jadi lebih lembut.

Aku ingin jadi lebih sabar.

Aku ingin jadi lebih tenang.

Aku ingin mengambil sekian detik, bernafas panjang sebelum aku mengatakan sesuatu.

Aku ingin lebih bisa diam ketimbang bicara banyak hal yang tak berguna.

Tapi aku ingin semuanya mudah

…karena ternyata semuanya minta ampun susah…

Aku ingin lebih bisa memaklumi

Aku ingin menjadi orang lain sehingga mampu melihat semua masalah dari sudut pandangnya, bukan sudut pandangku

sehingga aku tak buru-buru mengatakan sesuatu

Mungkin akan terdengar lambat, tapi biarlah

Toh selama ini aku berlari terlalu cepat

Kesana kemari , kekanan dan kekiri , tak tentu arah dan melelahkan

Jadi…aku ingin lebih tenang dan diam

….

Kambing Bumbu Pedas…Mom Is The Best Lah Pokoknya…

Selamat hari raya idul adha everybody…saatnya makan kambiang…mau diolah apa saja, monggo kerso, silaken saja. Kalo mom nih, udah tahu banget olahan daging kambing seperti apa yang selalu diinginkan oleh anaknya yang satu ini. Daging kambing bumbu pedas! Yup…yummy banget dah! nggak bau, empuk, dan bumbunya….Uhmmmm…huenak tenan pakdhe!

Bahannya sih lumayan gampang, masaknya juga nggak ribet. Cuma butuh daging kambing, kalo bisa sih yang muda, biar ga bau dan dagingnya juga empuk. Kebetulan, hantaran daging kurban kemarin dari tante, juga termasuk kambing brendi yang empuk. Plus tulangnya…Wuih!

Bumbunya juga gampang, cuma butuh cabe merah, bawang merah, dikit bawang putih, kalo mau tambahin dikit merica, dan tomat, ulek jadi satu. Pake juga irisan tomat segar, nggak usah kebanyakan, karena tar jadinya malah asem.

Tumis bumbu yang dihaluskan, sampai harum, terus masukin daging kambingnya, kalau sudah tercampur, masukin air sampai dagingnya terendam, tambahin garam, penyedap rasa, kalo suka bisa tambahin kecap, masak sampai daging empuk. Biasanya sih mom 2 kali nambahin air, biar dagingnya bener2 empuk. Nah, kalo airnya udah berkurang alias “asat” dan tinggal bumbu kentalnya doang, angkat dan sajikan. Makan panas2 dengan nasi pulen yang panas juga plus kerupuk…

Yummmmmmy!!!!

Wanna Fly Away…Far…

Kalau saja jiwa ini bisa dilepas dari raga hanya untuk sejenak beristirahat, aku pasti akan senang sekali. Aku akan membiarkannya tidur cukup lama sampai dia bisa kembali siap menghadapi dunia. Karena jiwa ini, sangat lelah sekarang. Karena waktu yang berjalan cepat. Karena dunia yang semakin gila karena kompetisi. Karena rutinitas yang menuntut untuk bisa tetap bertahan sampai akhir. Semua ini. Semua kegilaan ini membuat jiwa di dalam sini lelah. Lelah karena mencoba bertahan untuk tetap waras, meski tak selalu bisa, tapi dia selalu mencoba. Itulah kenapa jiwa ini sangat kelelahan.

Kalau saja bisa jiwa ini lepas sejenak dari raga…dan kembali lagi nanti saat semuanya sudah baik-baik saja…

Aku pasti akan senang sekali…

 

Balada Si Anak Baru Di Kantor…

Di tempatku ada 2 reporter baru. Namanya Mala dan Wulan. Baru beberapa minggu ini training dengan daniel sebagai trainernya. Untuk sementara masih suruh bikin berita. Jadi tiap hari kerjanya nyari headline di internet atau nyadur dari koran. Ditulis ulang untuk dibacakan di informusika atau intermezo. Nah proses ini bisa jadi sangaaaaaaaaaaaaaaaaat lama. Mereka harus mencari, berkonsultasi dengan trainernya dan mengetiknya ulang dengan harapan mudah dibaca oleh penyiar yang bertugas.

Dan yang sering jadi masalah adalah proses ini terlalu lama sampai2 ketika sudah seharusnya tu berita selesai dan diserahkan ke penyiar, belum juga nyampe on time. Penyiarnya mpe mereh2…terutama si Ully Hazel…

Wuehehhehe..untuk yang kesekian kalinya melihat Ully marah2…gara2 beritanya telat…

Aduuuh..kasihan si anak2 baru…semoga kelak mereka jadi reporter2 handal! dan inget kalo dulu mereka kerja di gajahmada fm dengan hina dan cerca disana-sini …wakakakaka

 

My Vegetables Noodles

Weekend everyone…saatnya pulang kampung. :) Sabtu kemarin pulang ke pekalongan ketemu Mom. Stay cuma semalem, tapi seneng. Sekalian ngeliat halaman belakang yang udah ditambahin bangunan dikit. Menyenangkan. Rumah jadi keliatan lebih luas dan lebih bersih….

Minggu pagi belanja sayuran ma Mom…ceritanya mau masak mie orak-arik yang udah lamaaaaa banget dikangenin. Jadi lupa kapan terakhir kali aku masak mie itu ya?

Mie ini adalah hasil modifikasiku sendiri. Berawal dari rasa bosan akan mie instan yang begitu-begitu aja (halah!), akhirnya aku bereksperimen dengan semua bahan yang ada. Tapi akhirnya, berhasil juga menciptakan sebuah masakan yang huenak! Huehehehe…

Agak ribet di persiapan sih, tapi memasaknya gampang banget. Bahan-bahan yang di butuhkan adalah :

1. Mie instan yang bukan goreng - karena rasanya lebih kuat dibandingkan yang goreng , jangan lupa pilih yang rasa soto atau kare - bumbunya kerasa lebih tajem. enak deh pokoknya…   :)

2. Telur 1 butir plus gandum secukupnya untuk campuran

3. Sayur2an - wortel diptong dadu, kubis, cai sim secukupnya, cuci bersih dan potong2…

4. Bumbu2nya : 5 siung bawang merah , 3 siung bawang putih, 2 cabe merah, merica secukupnya, tomat 2 buah, kalo mau lebih pedes tambahkan cabe rawit - bumbu2 ini di haluskan

5. Garam & gula secukupnya, kecap secukupnya.

6. Minyak goreng untuk menggoreng  telur dan menumis

Cara buatnya nih…rebus dulu mie-nya, kalo udah mateng tiriskan. sisihkan. Kocok telur dengan gandum, tambahkan garam dan penyedap rasa, lalu goreng sampai mateng. Iris-iris dadu. Sisihkan. Kalo 2 jenis bahan tadi sudah mateng, tinggal bikin mienya nih…

Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai tercium bau harum, tambahkan gula secukupnya dan garam sebagai penguat - penambahan gula dan garam ini untuk lebih menguatkan rasa, karena bumbu dari mie instannya saja nggak cukup. Nah, kalo warnanya udah coklat, masukkan bumbu mie instan dan minyaknya, nanti akan tercium aroma rasa mienya. Setelah itu masukkan wortel yang dipotong dadu, tumis sebentar dan masukkan sayuran yang sudah dipotong2 lalu ditumis. Tambahkan sedikiiiiiiiiiit air….setelah agak matang - jangan sampe matang bener karena justru enaknya tuh waktu sayurannya masih terasa mentah ketika dimakan- masukkan telur yang sudah diiris dadu, tumis bentar dan masukkan mienya tambahkan kecap dan tumis sampai bumbu merata dan warna mienya berubah cokelat.

Dan whoalaaaaa…mie pun siap disajikan. Biasanya aku tambahin ayam atau paling enak dengan ikan air tawar…rasanya lebih meghhhhaaaaang!!! atau tambahkan bakso atau udang juga boleh…cumi…kerang…walah! mewah ya boooo’? :P

Btw ini dia hasil akhirnya secara lengkap?

 

selamat menikmati….

 

Love Will Set You Free

Dia berdiri dengan gamang di atas balkon lantai 2 rumahnya. Dia memandang sekeliling. “sepi” bantinnya. Hanya sesekali dia melihat penjual bakso dengan gerobak kuningnya yang berjalan perlahan. Berharap beberapa orang perlu menghangatkan perut mereka dengan kuah bakso yang ia jual, ditengah-tengah udara yang dingin sore ini.

Dingin. Dia mulai merasa kedinginan. Dia menggosok sendiri kedua lengannya. Tapi udara dingin yang semakin terasa dingin sore itu tak mau hilang juga. Mungkin bukan lengannya yang dingin karena udara. Tapi ada sesuatu yang membuat semuanya terasa serba kebas.

Dia masuk kedalam dan mengunci pintu yang terbuat dari kayu dan kaca. Dia mundur dan terduduk di atas sofa. Dari dalam sana dia masih bisa melihat keadaan luar yang mulai menggelap karena awan comulus yang sebentar lagi menumpahkan semua isinya. Sementara angin semakin berhembus kencang. Dia tahu itu manakala dia melihat pucuk-pucuk daun dari sebuah pohon yang tidak dia ketahui namanya, yang tumbuh di seberang jalan depan rumahnya, meliuk-liuk bak penari mabuk. Semuanya jadi terlihat jelas dari dalam sana, melalui jendela lebar yang sengaja tak dia tutup tirainya.

Dia menarik nafas pelan dan kemudian meraih sebuah bantal kecil diujung sofa dan mendekapnya.

Sore ini dia sendirian. Seharusnya tidak begitu. Seharusnya ada orang itu. Tapi dia memutuskan untuk tidak bertemu. Orang itu…entah dimana dia sekarang. Entah apa yang sedang dia lakukan.

Dia memejamkan mata pelan. Melihat kembali semuanya. Semua yang sudah terjadi beberapa waktu ke belakang. Sangat manis. Sangat indah meski sederhana. Tak ada yang berlebihan. Tak ada yang keterlaluan. Semuanya, meski datar, tapi indah dimatanya.

Matanya membuka dan semua hal yang nyata kembali terlihat. Jendela kaca yang tak dia tutup tirainya itu menampilkan semua hal yang ada di luar sana. Badai yang sebentar lagi akan datang. Hujan yang sebentar lagi akan turun. Banjir yang sebentar lagi akan menggenang. Semuanya. Semuanya tentang sesuatu yang semrawut. Itu kenyataan sekarang. Dan ditengah keadaan yang semrawut itu dia sendirian. Di dalam sana. Di ruangan putih dan abu-abu itu. Sendirian. Kedinginan meski angin tak mampu menembus kedalam.

Sebagai kekasih, dia sadar bahwa dia punya banyak sekali kekurangan. Menurut orang kebanyakan, hal itu adalah cacat sebagai seorang manusia. Meski anggota tubuhnya masihlah utuh, tapi tetap saja, ada banyak cacat dalam dirinya. Dia sadar betul itu. Itulah kenapa dia tak terlalu berharap yang lebih dan muluk-muluk dari orang itu. Merasa dicintai oleh orang itu saja menbuat dia senang bukan kepalang. Dia tak berani menginginkan lebih dari apa yang orang itu bisa berikan. Karena orang itu sudah memberikannya banyak hal. Waktu, tenaga, pikiran, semuanya sudah dikorbankan demi dia. Lalu apa lagi yang berhak dia minta dari orang itu? Tak ada. Dia tak menginginkannya.

Itulah kenapa ketika orang itu mengatakan sesuatu yang membuatnya sadar akan cacatnya sebagai manusia, dia tidak berani melawan. Meski orang itu menjelaskan bahwa itu hanya salah paham, tapi dia tetap berpikiran lain.

Dia memang tidak mampu memberikan apa yang orang itu maksud. Meski orang itu tidak mempermasalahkannya tapi buat dia, itu adalah sesuatu yang penting dan dia tak mampu memberikannya pada orang itu. Kalaupun dulu dia memberikannya pada orang lain, yang menurut dia juga karena cinta, tapi pada saat sekarang dia merasa menyesal setengah mati. Dan mulai saat itu dia bersumpah tidak akan memberikan hal itu lagi pada siapapun, termasuk atas nama cinta. Termasuk pada orang itu.

Yang membuatnya sedih adalah bahwa masih banyak yang berpikiran bahwa sesuatu itu disamakan dengan pengorbanan atas nama cinta. Sesuatu itu, sama dengan cinta.

Dia mencintai orang itu. Tapi jika dia tak memberikan sesuatu itu, bukan berarti dia tidak cinta. Bukan berarti dia membedakan antara orang itu dan orang lain yang lebih dulu mendapatkannya. Kehilangan sesuatu itu adalah sebuah kehilangan yang sangat besar. Yang menempatkan dirinya ke dasar yang paling hitam dalam hidupnya. Kotor dan penuh penghinaan.

Dia beranjak dari sofa dengan bantal yang masih didekapnya. Dia berdiri di belakang jendela kaca. Butir-butir air mulai terlihat dan semakin besar. Angin semakin kencang bertiup. Lalu dia mulai berucap lirih. Berharap kalimatnya ini sampai oleh angin kepada orang itu.

“Aku mencintaimu dengan caraku. Biarlah masa lalu menjadi masa lalu. biarlah sesuatu yang hilang itu tetap hilang dan takkan kembali. Aku tidak ingin kehilangan untuk yang kesekian kali. Tapi meski begitu aku tetap mencintaimu. Jangan meragukan cintaku meski aku tak bisa memberikannya padamu. Bila dulu orang lain mendapatkannya dan sekarang kau tidak, bukan berarti aku mencintainya dan tidak mencintaimu. Aku cacat. Tidak punya apa-apa yang bisa kuberikan. Aku hanya punya cinta. Aku hanya punya hati. Aku hanya punya komitmen untuk tetap setia ditengah-tengah banyak godaan. Aku memilihmu bukan karena memang sudah tak ada lagi pilihan. Aku memilihmu bukan karena hanya kau yang mau melihat cacatku. Tapi aku memilihmu karena aku jatuh cinta padamu. Entah akan seperti apa akhirnya. Tapi aku mencintaimu karena aku mencintaimu”

Dia mundur selangkah. Ditariknya tirai dari sisi kiri jendela. Begitu juga dari sisi kanan. Dan suasana menjadi gelap ketika kedua bilah tirai itu menutup jendela kaca.

Dia berjalan menuju sofa dan membaringkan diri diatasnya. Dia merasa lelah. Dia ingin tidur. Dia menarik nafas panjang ketika kepalanya bersandar pada bantal kecil itu.

Perlahan dia mulai menutup matanya dan sesuatu terdengar dari mulutnya.

“Aku membebaskanmu untuk mencari apa yang kau butuhkan kekasihku. Maaf karena aku tidak bisa memberikanmu banyak. Tapi inilah cintaku yang akan membebaskanmu…”

Lalu dia memejamkan matanya. Nafasnya mulai lirih terdengar.

Dan diapun tertidur.

My New Babies….My Little Kitten

yang ini namanya YinYang…bulunya halus…matanya lebar. Lutunaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalo yang ini namanya Rainbow. Dia ngga bisa mengeong…cuma bisa bilang “Keeeeekkkhh….Keeekkkhh…..” tadinya dia malu2, nggak mau dideketin, tapi sekarang mau dateng kalo pas dipanggil. Cuma emang masih malu2…namanya juga kucing…:P

 

 

 

 

 

Makanannya gampang :

1. Tahu bacem

2. Tembe bacem

3. Gorengan jagung

4. Pilus

5. Kerupuk

6. Kadang2 ikan pindang
:P

Charlie ST 12 di Temon Gajahmada FM 2008

No comment ah…

kalo yang ini charlie bareng sama panitianya

jangan pada protes…tapi so far so….Uhmmm….nggak tahu lah…

Tapi banyak yang bilang aku ini mirip…

Hmmmmm…